Minggu, 12 Februari 2012

CERITA TANPA JUDUL



CERPEN TANPA JUDUL
BY EUNIKE GISTA

Banyak hal mengubah hidupku, bukan kali ini saja aku hingga berurai air mata. Semua seolah adalah kesalahanku, sebuah perjalanan cinta penuh pertengkaran kemunafikan antara aku dan dia. Cerita memalukan yang membuatku menangisi kebodohanku, sungguh ini menyakitkan. Semula bermula ketika aku bertemu dengan dia disebuah gereja. Pertemuan pertamaku menghasilkan rasa kagum pada seseorang, tapi bukan dia. Karena dia bukan pilihanku. Aku merasakan cinta setelah sekian lama aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Ketika kami bertemu pandang, dengan dia Danu, seseorang yang aku kagumi mungkin hingga kini, sungguh konsentrasiku untuk khusuk di gereja buyar sudah. Bukan hanya sekali saja aku datang ke gereja itu, tapi beberapa kali. Hingga suatu ketika aku diajak pergi ke persekutuan di kelompok gereja itu. Hei dan ternyata persekutuan itu dirumahnya, rumah Danu. Aku duduk disampingnya, saat aku ingin kekamar kecil ia mengantarku. Diluar sangat gelap ia menggandengku, percaya atau tidak ini membuatku tidak bisa berpikir jernih. Akhirnya aku ikut aktif dalam kegiatan persekutuan digereja itu. Betapa senangnya aku ketika ia mulai memperhatikanku, tapi ini hanya sementara ketika kakanya, Dera dengan rajin mengirimkan pesan singkat ke ponselu setiap hari. Yahh aku sadar akhirnya ia, Dera berhasil mencuri hatiku. Jauh dalam hatiku, memang tidak aada rasa cinta. Banyak perubahan terjadi ketika aku menjadi kekasihnya. Hidupku perlahan-lahan mulai hancur.

                                                          ***
 Aku menyadari bahwa aku memang bukan gadis istimewa, aku tidak punya paras cantik ataupun tubuh yan ideal seperti gadis kebanyakan. Terang saja aku punya kelainan fisik, rambutku tidak terurai indah. Aku selalu memotong rambutku karena memang aku sedikit tomboy. Dengan keadaan seperti ini aku tidak pernah mendapatkan cinta yang kumau. Menjadikan kekasih saja tidak bahkan memandangpun merekan sudah tidak menganggapku. Mungkin hanya satu dua orang yang memang mengagumiku karena memang aku hanya seeorang gadis manis. Saat ini membuatku bingung, apa benar dia mencintaiku. Baru sekali ini ada orang terang terangan menyatakan perasaannya kepadaku. Dan bodohnya aku mau menerimanya, tanpa ada cinta. Semua mulai jauh dari bayanganku. Awalnya memang biasa saja tapi lama kemudian aku merasa lelah dan jenuh. Hal sepele saja, entah mengapa saat aku merasa ingin mendapatkan yang terbaik, dia selalu ingin mendapat yang termurah. Apa-apaan ini, memang aku bukan gadis yang memandang harta. Tapi salama aku dengannya aku tidak pernah mendapatkan hal yang ku inginkan. Banyak hal yang kubenci mengenai materi, dan hingga akhirnya aku merasa dirugikan. Saat ponselnya rusak aku terpaksa meminjamkan salah satu dari tiga milikku. Hey ini membuatku semakin gusar saat pulang gereja ia menghilangkan ponselu. Habis sudah hal yang paling aku inginkan. Belum mencapai puncaknya ketika ia memanfaatkan tubahku. Hei lancangnya dia menciumku dan mencumbuku layaknya bercinta. Bodohnya aku saat itu aku hanya bisa diam saja. Mengenaskan . saat itu aku berpikir “ Aku harus manikah dengannya, karena tidak ada laki-laki lain yang bisa menerima aku yang seperti ini ditambah aku yang telah rusak ini” oh ini sebuah ironi kehidupan. Delapan bulan kujalani cinta hambar itu. Sampai akhirnya ketika ia berkunjung kerumahku dan Danu menjemputnya. Ia merasa cemburu. Hal itu terus diungkit berkali-kali, menjadikan alasan untuk aku dan dia mengakhiri semua yang telah hancur. Perasaanku hancur aku mengkhianati janji ibuku. Aku merasa kotor. Aku merasa tidak layak untuk siapapun. Rutinitas kegerejapun hanya sebuah ceremony aku merasa Tuhan telah membuangku . ia menghabisi perasaan dan hati ku. Sakit sekali rasanya, kutumpahkan semua perasaanku pada kakaku Hevy, malam itu aku menghabiskan air mataku untuk menangisi kebodohanku. Sebelum itu ia mengirimkan pesan singkat akan akan mengembalikan ponsel ku yang dulu hilang dan telah diganti tapi dengan harg yang lebih murah. Pesan itu berarti ia hendak memutuskanku. Jauh sebelum itu ia mengajaku putus tapi bodohnya aku tetap mempertahankan. Saat aku yang meminta mengakhiri ia tidak mau. Oh keadaanku kacau. Sampai akhirnya kembali ke malam itu. Dengan yakin aku membalas pesannya “ya silahkan kembalikan” tak berapa lama kemudian dia datang dengan wajah paling jelak di seluruh dunia, persis seperti orang hendak menelanjangi gadis polos. Kama awalanya hanya diam dengan pikiran masing-masing. Tapi akhirnya aku angkat bicara. Yah malam itu terjadilah. Aku difitnah habis-habisan. Ia menuduhku masih menyimpan rasa untuk Danu. Padahal aku mati-matian membuang rasa itu untuk menerimanya. Menerima cinta busuknya. Dia membuang kartu ponsel yang telah kami beli berdua. Hatiku benar-benar tertusuk. Dalam kamar aku menceritaka penderitaanku, semuanya, mulai dari aku ditinggal pindah teman sebangku kelasku sampai ia laki-laki busuk itu. Menangis sejadi-jadinya. Kakakku menghapus air mataku dan berkata “Bila semua temanmu, semua cintamu pergi meninggalkanmu saat ini maupun selamanya, tapi kamu punya keluarga, yang tak pernah meninggalkanmu apapun keadaanmu” saat itu aku tahu aku menangisi kepercayaanku yang telah hilang. Bukan menangisi dia yang sekarang sangat ku benci. Esok harinya ia mengajakku balik pacaran. Jujur  aku masih bingung dengan pernyataan hanya ia yang mampu menerimaku. Tapi kejadian semalam menyadarkanku. Aku mulai bangkit memperbaiki hal yang dulu rusak. Dia mengaku semalam hanya mengetesku, tapi pantaskah seorang lelaki membuat air mata wanita menangis karena perbuatan piciknya yang tak pernah ia pikirkan?. Bagiku ini cukup. Aku mulai mengubah hidupku. Batapa kusadari indahnya semua hal yang aku miliki saat aku bukan menjadi miliknya. Toh duniaku makin berwarna, aku tertawa, aku bahagia. Aku tahu aku masih menyimpan kebohongan pada ibu ku. Tapi sebelum itu aku menceritakan semua kejadian gila itu pada sahabatku. Ia menyemangatiku, ia tidak pernah menyangka jika aku seperti ini. Tapi aku tidak menangis, bukan berarti ia yang memutuskan, aku terkesan kalah. Tidak. Aku tetaplah aku. Aku yang sekarang abahagia.

                                                          ***
Selang enam bulan aku memberanikan diri untuk menceritakan semua hal itu pada ibuku setelah sahabatku mendorongku “Lebih baik cerita secepatnya sesuai kemantapan hati mu daripada ibuny tahu hal iitu dari orang lain, bila ibumu marah itu wajar, justru beliau sangat sayang padamu” kata mutiara dari kakak dan sahabatku membuatku seoalh mendapat kekuatan baru. Saat aku menceritakan semuanya, termasuk aku telah menyelewengkan kepercayaan ibu, ibu mengelus kepalaku. Ibu berkata “Terimakasih Ta, kamu sudah jujur, ibu sangat menghargai semuanya, ibu ga marah kok” kata beliau sambil tersenyum. Oh Tuhan itu adalah hal paling melegakan bagiku. Dadaku yang dulu terasa berat kini beban itu seolah pergi sirna dan hiang. Aku menangis dan mengucapkan puji syukur berkali-kali. Tuhan baik sekali, aku berjanji tidak akan menyelewengkan kepercayaan ibu lagi, tidak akan pernah. Karena aku tahu aku sayang ibu dan ibu sayang aku, tapi yang lebih dari itu saat aku memasuki altar gerjaku, bukan gerejanya, hatiku terasa ringan. Aku bernafas pada Tuhan. Hidupku benar diubahNYA, luar biasaaku merasa Tuhan sangat sayang padaku dan telah menghapus semua kesalahanku di masa lalu. Aku percaya Tuhan menghukumnya karena ia akhirnya menyesali perbuatanya, tapi hati ku tak kan pernah memaafakannya
                                                          ***
Hatiku pulih kembali dan sekarang aku bersukacita, aku menghabiskan waktuku untuk bersama orang-orang yang sayang padaku, dan tentu saja kesukaanku Komik ,, senangnya aku bisa menceritakanya dalam bentuk karangan walau terkesan sederhana tapi aku bahagia aku bisa menjadikan ini sebuah pelajaran berharga. Terima kasih semuanya :D                      
                                                          ***
Terimakasih untuk luka yang kau beri.....
Berkali- kali kau katakan sendiri, kini ku tlah benci cinta ku tlah pergi...
Pergi saja kau pergi tak usah kembali, percuma saja kini hanya mengundang perih
Buang saja kau buang cinta yang kemarin, perasaan tak mungkin percaya mu lagi
Cukup tahu ku dirimu cukup sakit kurasakan kini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar